Posted in Productivity, Upgrade

Bullet Journal

Sebagai seorang manager keluarga, tentu setiap hari kita akan dihadapkan dengan segudang aktivitas untuk anak, suami, karir, dan diri sendiri, bahkan bisa juga untuk komunitas. Tetapi dalam satu hari bisa jadi ada agenda yang kita lupa lakukan, padahal itu adalah top priority.
Contoh, ada customer yang order makanan yang kita jual untuk di hari X, eh pas hari X-1 nya kita malah santai-santai, lupa masak. Baru inget pas hari X, sehingga yang terjadi adalah memasak dengan kalang-kabut, yang ini bisa jadi menyebabkan kualitas masakan menurun.
Nah, jika ada yang seperti itu, itu adalah salah satu tanda bahwa kegiatan kita kurang ter-organisir. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat lebih terorganisir? Salah satu nya bisa dengan menggunakan metode Bullet Journal.

Bullet Journal (BuJo) adalah customized jurnal yang ditulis tangan dengan menggunakan format sejenis bullet list. Yang akan dibahas di sini adalah penggunaan BuJo untuk planning dan goals yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu.

1. Tetapkan tanda yang akan dipakai di jurnal kita, bisa berupa simbol, icon, dan/atau warna (biasanya disebut bullet journal keys). Setiap orang bisa memiliki keys yang berbeda-beda. Di bawah ini adalah beberapa contohnya.

Sumber : pinterest

2. Berikan tanda dan tulisan untuk rencana aktivitas yang akan dilakukan dalam 1 tahun (disebut Future Log). Di bawah ini adalah beberapa contoh sebagai referensi.

3. Berikan tanda dan tulisan untuk rencana aktivitas yang akan dilakukan dalam 1 bulan (disebut Monthly Log). Di bawah ini adalah beberapa contoh sebagai referensi.

4. Berikan tanda dan tulisan untuk rencana aktivitas yang akan dilakukan dalam 1 hari (disebut Daily Log). Di bawah ini adalah beberapa contoh sebagai referensi.

5. Pada hari yang telah kita lalui, berikan tanda mana aktivitas yang telah dilakukan, mana yang belum. Jika ada aktivitas yang tidak terencana (dan termasuk penting) yang dilakukan pada hari itu, boleh untuk dituliskan di jurnal. Tujuannya bisa sebagai bahan evaluasi kita, apakah pada hari tersebut kita produktif atau tidak.

Jika memiliki waktu lebih, dapat menambahkan doodle atau quotes atau hiasan lainnya yang dapat menambah semangat kita. Tetapi perlu diingat, ini sifatnya tambahan. Inti dari bullet journal adalah aktivitas mencatat dengan tujuan membuat diri kita menjadi lebih produktif dan terorganisir.

Bullet Journal is meant β€œto help you track the past, organize the present, and plan for the future.” Ryder Carroll (penemu Bullet Journal)

Sumber gambar : Pinterest

Advertisements
Posted in review

Review Paxel, Jasa Kurir Sameday

Ada yang sudah menggunakan Paxel? Atau baru pertama kali ini mendengar Paxel ?
Okelah kalo begitu saya akan menjelaskan sedikit tentang Paxel ini.

Paxel adalah salah satu jasa kurir yang menawarkan layanan Sameday, maksudnya paket yang dikirim akan sampai di tempat tujuan pada hari yang sama dengan paket di-pick up atau paling lambat besoknya. Kalo sudah pernah menggunakan Go-Send atau Grab Express, pastinya sudah tau bahwa ada layanan Sameday (proses pengambilan dan pengiriman barang dilakukan tidak saat itu,tetapi menunggu 4-6jam kemudian) dan Instan (proses pengambilan dan pengiriman barang dilakukan pada saat itu juga). Jadi, Paxel ini hampir sama dengan layanan Go-Send yang Sameday. Bedanya? Paxel dapat mengirimkan paket ke luar Jabodetabek, yaitu Bandung, beberapa kota besar di Jawa dan Denpasar, dan semuanya dengan tarif yang flat. Wow..

Sementara ini kantor Paxel di Jakarta ada 2, yaitu di Jaksel dan Jakbar (kalo nggak salah, berdasarkan informasi yang saya dapat dari seorang kurir). Di Jakarta Selatan, kantor Paxel ada di Lebak Bulus. Sedangkan di Jakarta Barat ada di Jln. Joglo. Selengkapnya dapat dilihat di website nya http://paxel.co/

Apa saja sih kelebihan Paxel ini?

1. Karena bentuknya aplikasi (seperti Go-Jek), jadi lebih praktis gitu untuk proses pick up paket. Dibandingkan layanan yang lainnya (seperti J*E, J*t, dll), kita tidak perlu datang ke kantor atau telpon untuk meminta barang di-pick up.

Ini tampilan jika kita akan membuat pengiriman barang, mirip dengan gojek atau grab gitu, ada pickup location dan destination location.

Ada pilihan ukuran paket yang akan dikirim, maximal 10Kg

2. Memudahkan proses tracking barang. Cukup buka aplikasinya, dan kita akan tau status barang kita sudah sampai mana. Proses tracking bisa dilihat dari maps seperti di bawah ini. Ada nomer HP driver (yang akan pick up paket) nya juga lho. Jadi kalo ada apa-apa, kita bisa langsung telpon driver-nya.

Atau bisa juga dengan melihat status shipment barang kita sudah sampai mana.

3. Proses pengirimannya termasuk cepat. Saya mulai order untuk barang di-pick up sekitar jam10. Sekitar 15-20menit kemudian kurir datang. Lalu kurang dari 24jam, barang sudah diterima di tempat tujuan! Padahal tujuannya ke Bandung lho. Keren kaaan..

4. Menurut saya, harganya terjangkau, dengan asumsi harga untuk pengiriman sameday. Bayangin, ke Bandung cuma 70ribu rupiah. Kalo pakai G*jek, bisa berapa tuh? πŸ˜‚

Sst.. Sekarang Paxel lagi ada promo lhooo. Kalo kita pakai kode promo, kita bisa dapat credit 100ribu. Cobain deh, instal paxel lalu pakai kode qurratul.ain pasti langsung credit kita nambah 100ribu, lumayan untuk kirim-kirim ke luar Jabodetabek 😁

Nah, segitu dulu review dari saya. Sudah pakai Paxel? Share dong pengalamannya.

Posted in Productivity, Skill, Upgrade

Skill yang Wajib Dimiliki Millenial

Berhubung sekarang lagi banyak yang mengatasnamakan generasi millenial, saya pengen bahas sedikit tentang skill yang kudu dimiliki oleh millenial agar dapat bertahan, bahkan tumbuh berjaya di era industri 4.0 ini. Apa saja sih itu?

1. Komunikasi

Zaman sekarang ini, membangun network itu penting banget. Karena untuk melakukan atau menciptakan sesuatu, kita pasti butuh berkolaborasi dengan orang lain. Nah, kunci utama untuk ngebangun network ini adalah komunikasi.

2. Programming

Sekarang lagi era nya digital. Semua serba berbentuk aplikasi. Beli bawang aja bisa pakai aplikasi. Canggih banget nggak tuh? 😎 Uang zaman sekarang bentuknya juga sudah aplikasi. Dalam ekonomi uang seperti ini disebut dengan financial technology (fintech). Dengan programming, seseorang bisa bekerja atau buka usaha sendiri dalam membuat web, hosting, membuat aplikasi HP, dan lain-lain. Jadi kalo kamu punya skill di sini, prospeknya lumayan banyak lho!

3. Photography

Sekarang zamannya semua itu dijepret trus di-upload di media sosial. Nggak mungkin dong yang dipajang itu foto yang jelek. Pastinya foto yang bagus supaya banyak orang yang tertarik dengan kerjaan kita.

4. Menulis

Biasanya sebelum kita menggunakan suatu produk, pasti kita cari review produk itu dulu, yekaan? Tujuannya untuk memastikan bahwa produk itu cocok untuk kita beli. Nah, siapakah yang menulis review itu? Yap, dia adalah bloggeeerr.. Sekarang blogger sudah menjadi profesi yang cukup “wow” lho. Dengan melatih menulis secara terus-menerus, tulisan kita bisa menjadi menarik untuk dibaca banyak orang. Oia jika tidak tertarik menjadi blogger, bisa juga menjadi penulis buku atau novel.

5. Desain/Editor Gambar & Video

Sekarang zamannya serba video (youtube atau vlog). Nah untuk menampilkan hasil yang bagus untuk menarik minat penonton, butuh skill editor. Skill desain juga dibutuhkan untuk digital marketing (bikin iklan untuk di media social, TV, dll)

6. Make Up

Yang pertama kali dinilai oleh orang biasanya apa? Yap, penampilan. So, buat ciwi-ciwi, harus bisa nih make up. Paling nggak, make up yang sederhana. Kalo mau diseriusin juga boleh. Bisa jadi profesi untuk make up di wedding, wisuda, pertunangan, dll. So, nekunin di bidang ini juga nggak ada salahnya lho.

7. DIY

DIY adalah kepanjangan dari Do It Yourself. Sekarang kan lagi zamannya bikin art and craft yang lucu-lucu gitu. Jadi kalo kamu punya passion di sini, bisa juga untuk diseriusin.

8. Memasak

Suka baking atau masak? Coba fokusin minatmu itu. Siapa tau bisa bikin bisnis sendiri (catering atau pastry atau yang lainnya). Segmen pasar untuk bisnis makanan itu banyak lhoo, karena semua orang pasti butuh makanan.

Nah, dari skill-skill di atas, apakah ada yang kamu miliki? Menurut saya, paling tidak, kita harus memiliki minimal 2 skill di atas agar kita bisa memenangkan kompetisi di era 4.0 (dengan syarat skill tersebut harus selalu di-upgrade).

Dan yang paling penting dari semua skill di atas adalah attitude. Meskipun kita punya banyak skill, tapi attitude-nya nggak bagus (misal suka bohong, males-malesan, nggak kooperatif, sok tahu, nggak evaluatif, etc), maka secara otomatis skill kamu akan dianggap 0! Why? Karena attitude terkait dengan jangka panjang dalam sebuah hubungan (both of relationship and partnership). So, skill kita haruslah dibarengi dengan attitude yang baik. Oke?

Tetap semangat untuk upgrade diri ya, guys 😊